Kondisi Jawa Tengah Menjelang Pilkada Serentak 2017 Relatif Adem Ayem

/, Info Pilkada/Kondisi Jawa Tengah Menjelang Pilkada Serentak 2017 Relatif Adem Ayem

Kondisi Jawa Tengah Menjelang Pilkada Serentak 2017 Relatif Adem Ayem

Semarang, kpu-jatengprov.go.id — Tahapan kampanye yang cukup panjang pada perhelatan Pilkada Serentak Tahun 2017 tidak serta merta berimbas pada meningkatnya kerawanan. Di Jawa Tengah sendiri, dari 7 kabupaten/kota yang sedang melaksanakan tahapan Pilkada, tidak ada gejolak dalam skala menengah maupun besar yang terjadi di masing-masing daerah itu.

“Pengalaman saya berkeliling ke tujuh daerah yang mau pilkada itu relatif adem. Kalau ada gesekan antar pendukung satu dua kita nggak bisa pungkiri. Kita bisa sampaikan ke masyarakat Indonesia bahwa di Jawa Tengah itu adem ayem”, terang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat dialog “Pilkada Damai” bersama Forkopimda, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Selasa (17/1) malam.

Hal ini diamini oleh Kapolda Jateng, Condro Kirono yang menyatakan bahwa hasil dari intelijen lapangan Jawa Tengah cukup kondusif, sehingga sampai saat ini belum perlu untuk menambah jumlah personil kepolisian seperti yang terjadi di Aceh dan Papua. Pengamanan akan ditingkatkan saat hari pemungutan suara sampai proses rekapitulasi penghitungan suara selesai di tingkat kabupaten/kota.

Sementara menurut Anggota Bawaslu Jateng, Juhana suasana kondusif menjelang pilkada serentak di tujuh kabupaten/ kota tercermin dari Indeks Kerawanan Pilkada Jawa Tengah yang relatif rendah. Hanya untuk Kabupaten Brebes perlu diwaspadai karena indeks kerawanannya termasuk kategori sedang.

Ditanya mengenai kesiapan penyelenggara pemilu, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo melaporkan bahwa pelaksanaan tahapan di 7 kabupaten/kota berjalan lancar dan terkendali. Saat ini sedang proses penyortiran dan pengesetan surat suara di 5 kabupaten/kota, hanya di Cilacap dan Banjarnegara yang belum melakukan karena surat suara belum dikirim oleh perusahaan percetakan.

Pada kesempatan ini Joko juga menanggapi perihal kampanye “kotak kosong” yang terjadi di Pati.  Menurutnya hal itu sah-sah saja untuk dilakukan karena belum ada aturan yang mengatur maupun yang melarang sepanjang tidak menghalangi orang lain untuk menggunakan haknya.

“Memilih kotak kosong tidak apa-apa, yang penting jangan menghasut dan menghalangi orang lain untuk datang ke TPS. Kami menghimbau masyarakat pati, mari jangan untuk tidak memilih, tapi memilihlah karena ada 2 pilihan”, jelas Joko.

Joko juga menambahkan bahwa apabila masyarakat menemukan pasangan calon yang melanggar aturan kampanye dapat melaporkan kepada KPU Jateng dan Bawaslu Jateng. Beberapa waktu lalu KPU Jateng, Bawaslu Jateng dan KPID Jateng membentuk satuan gugus tugas bersama dalam rangka melakukan pengawasan terhadap pemberitaan dan penyiaran iklan kampanye. Ini juga akan diikuti oleh jajaran di bawahnya masing-masing. (nar/red)

By | 2017-01-19T15:00:58+00:00 Januari 18th, 2017|Berita, Info Pilkada|Komentar Dinonaktifkan pada Kondisi Jawa Tengah Menjelang Pilkada Serentak 2017 Relatif Adem Ayem

About the Author:

Ubah Ukuran Huruf
Pengaturan Kontras