“Pemilu dan Pilkada itu perekat suara rakyat” – Hakim Junaidi

//“Pemilu dan Pilkada itu perekat suara rakyat” – Hakim Junaidi

“Pemilu dan Pilkada itu perekat suara rakyat” – Hakim Junaidi

Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah M. Hakim Junaidi, S.Ag, M.Ag menghadiri sebagai Pembicara acara yang diselenggarakan Radio Idola FM 92.6 dengan judul “Kudus Untuk Indonesia” yang diselenggarakan pada hari Kamis, 4 Mei 2017 Pukul 07.00-10.00 WIB di Ruang Guntur 1 Hotel Grasia, Jl. S. Parman No.29 Gajah Mungkur, Semarang.

Dalam kegiatan dimaksud hadir sebagai pembicara adalah sebagai berikut:

  1. Moestofa (Bupati Kudus)
  2. Suyahmo, M.Si (Guru Besar Universitas Negeri Semarang)
  3. Hakim Junaidi, S.Ag, M.Ag (Anggota KPU Provinsi Jawa Tengtah)
  4. Prie GS

Bupati Kudus Moestofa menyampaikan bahwa belajar dari kemajemukan dalam prespektif Bhineka Tunggal Eka, Kabupaten Kudus memiliki sejarah panjang praktek hidup saling berdampingan, saling menghargai dan toleransi yang luar biasa bagi Jawa Tengah. Bahkan Kanjeng Sunan Kudus memberi contoh depan masjid saja ada bangunan klenteng (rumah ibadah agama konghucu). “Pertanyaan apa di daerah lain ada?” Ujar Moestofa.

Prof. Suyahmo, M.Si menyampaikan bahwa Pancasila dalam nilai-nilai kekinian harus mampu untuk mewujudkan masyarakat yang toleran dalam bingkai keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka dalam konteks Jawa Tengah menyambut Pilgub Jateng 2018 dan Pilkada Serentak 2018 di Jawa Tengah maka menjalin silaturrahmi dan komunikasi antar kelompok masyarakat adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.

“Jangan sampai isu suku, ras, antar golongan (SARA) menjadi hal yang mengganggu penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018”, Ujar Suyahmo. “Kita harus terbiasa dengan penyelenggaraan Pemilihan, baik Pemilu, Pilkada maupun Pilkades dan pilihan-pilihan yang lainnya”, tegas Suyahmo.

Dari prespektif penyelenggara Pemilu M. Hakim Junaidi memberi uraian yang cukup menarik. Beliau menyampaikan bahwa Pemilu dan Pilkada tidak pernah didesain untuk mempertajam perbedaan apalagi yang bermotif SARA. “Pemilu dan Pilkada itu perekat suara rakyat”, tegas Hakim. Artinya pemilu dan Pilkada harus mampu menjadi sarana penentuan kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpin agar nentinya mampu mengelola Negara dan pemerintahan ini menjadi lebih baik.

“Pemilu dan Pilkada dalam prespektif demokrasi modern merupakan perwujudan kedaulatan rakyat dalam menentukan arah perubahan bangsa dan negara secara sah,  konstitusional dan sesuai kehendak mayoritas rakyat”, tegas Hakim.

Sentuhan dari prespektif Budaya disampaikan oleh Prie GS dalam menanggapi isu Sara dalam Pilkada. “Kalau kita lihat dari Pemilu dan Pilkada, terakhir Pilkada DKI saya berpendapat bahwa isu SARA adalah SARA musiman, sehingga tidak perlu kuatir”, ujar Prie dengan santai. “Apalagi sejarah Jawa Tengah itu selalu telat dalam merespon perubahan bahkan kerusuhan saja paling telat di Jawa Tengah”, timpal Prie GS.

Dewi salah satu peserta mewakili etnis Thing Hwa Jawa Tengah sempat mengungkapkan kekhawatiran isu SARA akan dimunculkan di Pilkada Serentak 2018 di Jawa Tengah. Namun demikian peserta lain baik dari Humas POLDA Jateng kalangan mahasiswa PTN/PTS di Semarang, dan kalangan lain yang hadir meyakini bahwa isu SARA akan sulit dilemparkan dalam penyelenggaraan Pilkada Jateng 2018 dengan alasan sebagai berikut:

  1. Karakteristik politik dan sikap masyarakat Jawa Tengah masih sangat menghargai perbedaan dan pluralitas dengan spirit “Tepo Sliro” yang melekat erat di hati masyarakat Jawa Tengah.
  2. Masyarakat Jawa Tengah sudah berabad-abad lamanya mempraktekkan hidup saling berdampingan dan saling menghormati & tolong menolong tanpa melihat adal usul suku, agama dan ras tetangganya.
  3. Tipologi social politik masyarkat Jawa Tengah yang adem ayem adalah modal dasar untuk menangkal isu SARA.

Berdasarkan dari diskusi di Hotel Grasia dengan topic Kudus Untuk Indonesia tersebut maka KPU Provinsi Jawa Tengah memiliki optimisme perhelatan politik di tahun 2018 yang akan datang akan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Jawa Tengah.

By | 2017-05-05T08:44:59+00:00 Mei 5th, 2017|Berita|Komentar Dinonaktifkan pada “Pemilu dan Pilkada itu perekat suara rakyat” – Hakim Junaidi

About the Author:

Ubah Ukuran Huruf
Pengaturan Kontras