Focus Group Discussion(FGD) dalam rangka Sosialisasi Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Era Digital diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah bersama 21 Kabupaten/ Kota Penyelenggara Pilkada di Jawa Tengah. FGD yang digelar di Salatiga selama 2 hari yaitu mulai tanggal 16 s. d 17 Desember bertujuan untuk memetakan ruang lingkup informasi dan komunikasi terkait kepemiluan. Mengikuti perkembangan era digital, ke depan semua informasi dibuat dalam bentuk digital seperti e-RPP(Rumah Pintar Pemilu) yang baru saja dilaunching oleh KPU Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 15 Desember , sebagai sebuah inovasi dimana masyarakat dapat dengan mudah mengetahui informasi kepemiluan. Sosialisasi ibarat nafasnya pemilu sehingga menjadi ruang terbuka bebas bagi penyelenggara pilkada untuk berkreasi terkait inovasi dalam hal publikasi informasi kepemiluan, seperti penanganan informasi hoaks dalam pilkada.

FGD Sosialisasi Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Era Digital menghadirkan 3 orang narasumber, Pada kesempatan pertama Ketua Komisi Informasi Provinsi(KIP) Jawa Tengah, Sosiawan menyampaikan bahwa pentingnya Trust atau kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pilkada Serentak agar menghasilkan Pilkada berkualitas, dari segi keterbukaan informasi indikatornya adalah proses tahapan yang transparan serta menjamin setiap orang untuk bisa mengakses informasi publik, ditambahkan pula oleh Farid Zamroni selaku Presidium MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) bahwa penyelenggara Pilkada harus mewaspadai serangan hoaks seperti yang terjadi pada Pemilu 2019 yang lalu, oleh karena itu perlu gerak cepat untuk mengklarifikasi informasi yang beredar. Harapan agar penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2020 di 21 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah berjalan dengan lancar dan kondusif, hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Permana. Lebih lanjut beliau juga menyampaikan bahwa komunikasi antar lembaga didaerah sangat penting dan koordinasi harus dibangun secara intens.