Jakarta, kpu.go.id- Untuk menyempurnakan desain komunikasi publik penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Australian Electoral Commision (AEC) mengadakan acara knowledge exchange untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman mengenai desain komunikasi publik dalam dalam penyelenggaraan pemilu dikedua negara tersebut, Selasa (10/2).
Acara yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Jakarta itu dihadiri oleh KPU Provinsi Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Bengkulu, Kalimantan Selatan, Jambi dan Kalimantan Tengah.
Tiga dari sebelas KPU Provinsi yang hadir merupakan nominator KPU Award untuk kategori kreasi dan sosialisasi partisipasi pemilu atau kategori Iklan Layanan Masyarakat (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Bali dan Provinsi (NTB).
Ketiga KPU Provinsi tersebut menyampaikan program sosialisasi kepada perwakilan AEC, Pieta Mamo. Berbeda dengan AEC yang melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih secara rutin tiap tahun, kegiatan sosialisasi KPU hanya berlangsung pada tahun-tahun pemilihan.
Untuk itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik berharap, perwakilan KPU Provinsi dapat memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar pengalaman dan menambah wawasan terhadap penyelenggaraan pemilu luar negeri.
“Saat ini pelibatan KPU Provinsi sebagai delegasi-delegasi internasional mulai dilakukan, sehingga kesempatan ini agar dapat dimaksimalkan dengan bertanya sehingga dapat menambah wawasan internasional,” tutur Husni membuka acara.
Komisioner KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menambahkan, karena keterbatasan waktu dalam melakukan sosialisasi, KPU perlu melakukan komunikasi publik secara efisien.
“Yang pasti adalah bagaimana kreatifitas kita melakukan komunikasi dengan publik. Bagaimana kita mentransformasi informasi, saya pikir bali, yogja, dan NTB punya kreatifitas yang luar biasa dalam komunikasi KPU dengan publik walaupun terkendala dengan anggaran,” lanjutnya.
Untuk dapat menyampaikan informasi secara efisien, Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Didik Supriyanto berpendapat bahwa, KPU perlu menyampaikan empat hal utama dalam penyelenggaraan pemilu.
“Komunikasi adalah penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan, prosesnya bisa searah atau dua arah. Yang perlu menjadi sasaran adalah pemilih, partai politik, calon, pemantau, masyarakat. Yang perlu disampaikan 4 hal, aktor pemilu, ada penyelenggara pemilu, pemilih, parpol peserta pemilu, pemantau (masyarakat), sistem pemilihan, manajemen pelaksanaan, dan penegakan hukum, ini yang disampaikan. Kontennya,” ujar Didik.
Dalam menyampaikan keempat konten tersebut, menurut Didik, KPU perlu memanfaatkan media secara efektif dan efisien sesuai dengan kelebihan masing-masing media yang hendak digunakan.
“Bagaimana pesan itu agar sampai kepada masyarakat. Agar pesan bisa sampai, bisa menggunakan empat jenis media massa, bisa media cetak, radio, tv, online. Selain itu ada pola komunikasi tradisional yang menonjolkan unsur tradisional, kirab atau ketoprak. Makanya kita harus pintar-pintar memanfaatkan kekuatan media,” ujar dia. (ajg/ris/red. FOTO KPU/ris/Hupmas)

Sumber : www.kpu.go.id