Semarang, kpu-jatengprov.go.id — Tidak seperti biasanya Kantor KPU Provinsi Jawa Tengah tiba-tiba diramaikan dengan puluhan muda-mudi yang memakai jaket almamater universitas berwarna hijau tua, Selasa (15/3). Ternyata mereka merupakan rombongan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang dipimpin Zudi Setiawan (Dosen Fisipol Unwahas). Maksud kedatangan mereka untuk belajar kepemiluan langsung dari penyelenggara pemilu.

“Fakultas kami menggagas kunjungan ke kantor-kantor yang berurusan dengan politik, salah satunya KPU Jateng. Sebelum kesini kami juga melakukan audiensi dengan Bawaslu Jateng”, ujar Zudi.

“Selain menjalin silaturahmi, kami ingin menggali info sedalam-dalamnya dan belajar mengenai kepemiluan. Khusus untuk mahasiswa dengan kunjungan ini juga akan memberi gambaran peluang bagi mahasiswa di bidang pemilu, misalnya dengan ikut berpartisipasi sebagai penyelenggara di lapangan”, lanjut Zudi.

Rombongan mahasiswa sebanyak 35 orang itu diterima oleh Ketua KPU Jateng, Drs. Joko Purnomo dan Kepala Bagian Hukum, Teknis dan Hupmas, Dra. Sri Lestariningsih. Dalam diskusi yang berlangsung selama 2 jam, Joko Purnomo banyak menjelaskan hal-hal terkait sejarah kpu serta pelaksanaan pemilu dan pilkada.

“KPU dibentuk sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang bersifat nasional, tetap dan mandiri. Tidak hanya pemilu, KPU juga diberi amanat untuk menyelenggarakan pilkada. Dalam penyelenggaraan pemilu maupun pilkada, pentingnya keterlibatan masyarakat secara politik, tidak hanya saat memilih saja. Oleh sebab itu, KPU membutuhkan bantuan banyak pihak untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terlibat aktif, salah satunya dengan menggandeng mahasiswa”, jelas Joko.

Pada kesempatan itu Joko juga menekankan pentingnya pilkada langsung bagi daerah dilihat dari 4 aspek, yaitu aspek politik, administrasi, fiskal dan sosial ekonomi. (nar/red)