Semarang, Rabu 30 Maret 2016

Bertempat di Gedung Grhadhika Bhakti Praja, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP bertatap muka  dengan KPU RI dalam Acara Ramah Tamah bersama  KPU Provinsi se- Indonesia yang juga dihadiri oleh Forkominda Provinsi Jawa Tengah dan Walikota Kota Semarang, Hendrar Prihadi. SE, MM. Rombongan dari KPU Provinsi se-Indonesia berjumlah kurang lebih 170 peserta yang terdiri dari perwakilan Anggota KPU dan Sekretariat  KPU Provinsi. Acara ramah tamah ini merupakan awal dari serangkaian kegiatan KPU RI yaitu Rapat Koordinasi Bidang Kepegawaian/ SDM di Lingkungan KPU dan KPU Provinsi se-Indonesia yang akan diselenggarakan  pada hari Rabu tanggal 30 Maret dan berakhir pada hari Jumat, 1 April 2016.

Kegiatan ramah tamah dibuka dengan persembahan Tari Gambyong, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Plh Ketua KPU RI, Sigit Pamungkas, S.IP, MA. Dalam sambutannya beliau mengucapkan  ucapan  terima kasih atas penyambutan  yang telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,  disampaikan bahwa rekan-rekan KPU sangat antusias untuk datang ke Jawa Tengah, hal ini merupakan tanda Jawa Tengah memiliki daya tarik tersendiri, seperti yang ditunjukkan oleh  Tarian Gambyong yang melambangkan  kehangatan dan juga karakter orang Jawa Tengah yang halus . Bahwa di tahun 2017 KPU akan  melaksanakan kembali Pilkada Serentak di 101 daerah, dan di Tahun 2019 akan melalui babak baru Pemilihan Presiden, dimana di tahun 2019 Pemilu Presiden akan dilakukan secara bersamaan dengan Pemilu Legislatif. Hal tersebut merupakan tantangan tersendiri  bagi KPU sebagai badan penyelenggara dalam pengelolaannya, kemudian beliau berharap agar pemerintah Provinsi Jateng dapat memfasilitasi kegiatan kepemiluan sebab faktor dukungan dari pusat belum optimal.  Dengan adanya kemajuan teknologi informasi sekarang ini keseluruhan hasil pemilu bisa diakses secara cepat , sehingga dapat meminimalisir penyimpangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaannya. Harapannya adalah Bapak Gubernur dapat membantu menularkan penyelenggaraan Pilkada Serentak yang adem ayem dan damai di Jawa Tengah kepada daerah-daerah lain , dan semoga pertemuan  yang akan berlangsung sampai dengan hari Jumat  berlangsung dengan tertib dan tercapai apa yang dicita citakan bersama.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dari Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, Beliau menyampaikan suasana dalam pertemuan tersebut  seperti ada suasana  reuni, dan Beliau sangat  menikmati bagaimana proses demokrasi yang berlangsung  pada Pilkada Serentak Tahun 2016 di Jawa Tengah, yang berlangsung dengan tertib meski tak luput dari kendala yang masih bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik dengan semua pihak. Dari pengalaman yang ada, menurut pandangan beliau KPU selalu belajar hal-hal yang baru dari pemilu sebelumnya,seperti pada atribut kampanye yang tertata , seragam dan jumlahnya yang teratur. Kemudian Pemilu dilihat dari sisi ekonomi, Pemilu ternyata bisa menumbuhkan dampak ekonomi yg luar biasa karena adanya kebutuhan untuk keperluan kampanye dari tim sukses pasangan calon. Kedepan ada suatu pekerjaan rumah bagi partai politik untuk merubah performance dan sudut pandang yang sekarang ini dipandang buruk oleh masyarakat , bagaimana bisa memahami apa yang sebenarnya diminta oleh masyarakat, yang sebetulnya sangat sederhana sekali yaitu mereka menginginkan pemimpin yang bersih dari korupsi. Pesan bagi penyelenggara Pemilu adalah  Do n donts yaitu  mana yang boleh dilakukan, dan jangan sampai  melakukan hal yg salah, karena peran KPU seperti seorang bidan yang membantu melahirkan calon pemimpin, sehingga tidak ada rasa berdosa dengan hasil Pemilu yang mereka putuskan. Hal tersebut disampaikan karena  KPU sebagai penyelenggara Pemilu sangat rentan terhadap gratifikasi. Yang terakhir adalah ucapan Selamat Raker untuk Rapat Kerja bukan Ora Kerjo, dan semoga dalam raker tersebut akan terbentuk sruktur yg baik dan bisa menghasilkan perubahan  bagi  Pemilu berikutnya.

Acara diakhiri dengan saling bertukar cindera mata antara KPU RI dengan Gubernur Jawa Tengah.