Semarang, 31 Maret 2016

Dalam rangka Dies Natalis ke-46,  Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, yang diprakarsai oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyelenggarakan Acara  Temu Tokoh Demokrasi bersama Anggota KPU RI, Dr. Juri Ardiantoro, M.Si (31/3). Bertempat di Gedung 3 Kampus UIN Walisongo, pertemuan tersebut diikuti  oleh Mahasiswa dan Dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Acara yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut berlangsung cukup atraktif dan informatif ,terlihat dari banyaknya  jumlah mahasiswa yang ingin mengajukan pertanyaan kepada nara sumber.

Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo, Dr. H. Muhyar Fanani, M.Ag, Iklim Demokrasi di Indonesia sangat membanggakan bahkan di akui oleh negara lain , karena Islam dan demokrasi di Indonesia jauh lebih baik dan bermartabat dibandingkan negara muslim lainnya, diharapkan acara ini dapat menambah cakrawala pengetahuan dan juga pendidikan politik bagi generasi penerus bangsa tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia khususnya bagi Mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di UIN Walisongo,hadir juga dalam acara tersebut Anggota KPU Kabupaten/ Kota se- Jawa Tengah.

Selanjutnya adalah penanda tanganan Surat Perjanjian Kerja sama  tentang  Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam atau melalui bidang Pemilu, Sosialisasi serta pemantauan dan pengawasan Pemilu di Jawa Tengah oleh   KPU Provinsi Jawa Tengah yang di tanda tangani oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Drs.Joko Purnomo dan Dr. H. Muhyar Fanani, M.Ag selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. Tujuan dari kerjasama seperti yang tercantum dalam Surat Perjanjian  adalah untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia di bidang pemilu yang profesional dan bertanggung jawab, mempersiapkan data penelitian tentang pemilu di Jawa Tengah, guna menyusun perencanaan pengembangan demokrasi yang sehat, melakukan pengabdian pada masyarakat melalui media pemilu, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang layak dan benar dan melakukan pemantauan dan pengawasan pemilu, sehingga masyarakat Jawa Tengah dapat memilih pemimpin yang berkualitas.