Semarang, 12 April 2016

Selasa(12/04) Sejumlah 24( dua puluh empat ) Anggota Pansus II DPRD Kabupaten Banyumas melakukan kunjungan ke Kantor KPU Provinsi Jawa Tengah, maksud dari kunjungan ini adalah dalam rangka  konsultasi dengan  KPU Provinsi Jawa Tengah terkait anggaran Pilkada Serentak di Tahun 2018, karena sampai dengan saat ini mereka telah masuk dalam pembahasan pembentukan  dana cadangan untuk Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Tahun 2018, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pansus, dari fraksi PDI Perjuangan, Samsudin.

Sebagaimana diketahui bahwa di tahun 2018, di Jawa Tengah akan diadakan Pilkada Serentak di 7(tujuh )  Kabupaten/ Kota yaitu Kota Tegal, Kab. Banyumas, Kab. Temanggung, Kab. Kudus, Kab. Karanganyar, Kab. Tegal dan Kab. Megelang dimana penyelenggaraanya bersamaan dengan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng.  Membaca sekilas  Rencana Anggaran Biaya yang sudah disusun oleh KPU Kabupaten Banyumas,  bahwa besarnya dana yang dibutuhkan untuk Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Banyumas di tahun 2018 mencapai Rp. 49 Milyar, disampaikan dalam sambutan yang dilakukan oleh Drs. Joko Purnomo, Ketua KPU Jawa Tengah.

Biaya yang terbesar adalah  pembayaran honorarium penyelenggara Pemilu  yaitu  PPK, PPS, PPDP dan KPPS  sebesar Rp. 28 Milyar , dengan total personil kurang lebih 3170 orang. Untuk biaya honor tersebut kemungkinan  akan dibebankan pada APBD Provinsi Jawa Tengah. Melanjutkan semangat efisiensi  biaya,  diusulkan pula untuk pembiayaan Alat Peraga Kampanye sebaiknya tidak semua dihabiskan untuk pengadaan , karena berdasarkan pengalaman di Pilkada Serentak sebelumnya di tahun 2015, realisasi anggaran untuk APK memang tidak sampai  50% dihabiskan, sehingga bisa sebagian dialokasikan untuk kegiatan sosialisasi ditingkat kecamatan,desa bahkan sampai ke tingkat RT RW dengan melibatkan PPK, PPS dan aparat pemerintahan setempat untuk meningkatkan partisipasi pemilih di tahun 2018.