Sebagai tindak lanjut dari kerjasama dalam bidang pendidikan pemilih antara KPU Jawa Tengah dengan Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN Walisongo) Semarang, maka pada hari Kamis, 28 April 2016 diselenggarakan “Seminar  Fasilitasi Pendidikan Pemilih dalam Upaya Pengembangan Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi “ , peserta seminar  adalah mahasiswa dan dosen di lingkungan UIN Walisongo.

Untuk diketahui di Tahun 2016 ada 3(tiga) sasaran strategis yang ditargetkan oleh KPU yaitu meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemilu, meningkatnya kapasitas penyelenggara pemilu dan meningkatnya kualitas regulasi kepemiluan,dimana salah satu indikator kesuksesan penyelenggaraan Pemilu  adalah tingkat partisipasi pemilih.

Oleh karena itu KPU Jawa Tengah mempelopori gerakan “Sosialisasi sampai eRTe” bersama  dengan KPU Kab/ Kota se Jawa Tengah untuk menggiatkan gerakan tersebut secara masif sebagai sarana  pendidikan pemilih sekalipun tidak ada dukungan dana. Selain itu KPU juga menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk bersama membangun komunitas pemilu.  Hal tersebut  sebagai komitmen KPU sebagai badan penyelenggara untuk mendorong partisipasi pemilih, demikian disampaikan oleh Joko Purnomo, Ketua KPU Jawa Tengah dalam sambutan pembukaannya.

Kegiatan tersebut menghadirkan 2(dua) orang narasumber yaitu KPU RI yang diwakili oleh Sigit Pamungkas, S.IP, MA dengan materi “Masyarakat Sipil dan Kualitas Demokrasi Elektoral” dan dan Dekan FISIP UIN Walisongo  Dr. H. Muhyar Fanani dengan materi “Mahasiswa dan Nasib Bangsa:Peranan Mahasiswa dalam Membangun Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi”.

Menurut Sigit Pamungkas, kehadiran  civil society bisa mendorong mobilisasi pemilih dan memperkukuh demokrasi di negara ini bisa tumbuh dan berjalan dengan baik, sebagaimana di tahun 2014, lahir komunitas Kawal Pemilu yang memiliki tujuan untuk mengawal serta memastikan integritas hasil pemilu dan mendapat sambutan yang positif dari masyarakat .

Berdasarkan sejarah bangsa , ternyata negeri ini adalah negeri para pemuda, seperti Bung Karno dan Bung Hatta ketika mendirikan republik ini usia mereka terbilang masih muda,  maka pemuda adalah masa depan bangsa, disampaikan oleh Muhyar Fanani,Dekan FISIP UIN Walisongo.  Oleh karena itu beliau menyambut baik penyelenggaraan  seminar ini sebagai langkah maju untuk mengajak pemuda ikut  berperan aktif dalam penyelenggaraan pemilu di setiap proses.

Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis Piagam Penghargaan kepada peserta yang sudah mengikuti kegiatan seminar tersebut, serta pemberian doorprize berupa kaos dan topi untuk peserta yang sudah berpartisipasi dalam sesi tanya jawab bersama narasumber.