Semarang, kpu-jatengprov.go.id — KPU Jateng menggelar kegiatan diseminasi hasil riset partisipasi masyarakat, Rabu (21/9), bertempat di Aula I Lantai 3 Gedung KPU Jateng, Semarang. Dalam riset ini, KPU Jateng bekerjasama dengan peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang untuk melakukan penelitian terhadap ketidakhadiran pemilih pada pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2015 yang lalu di 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“KPU Jateng menggandeng Mas Yulianto dan Mas Saryadi dari FISIP UNDIP untuk melakukan riset ketidakhadiran pemilih di 21 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada Serentak Tahun 2015. Karena dari pemilih yang tidak hadir pada pilkada yang lalu diantaranya ada masyarakat Jateng yang berdomisili di luar Jateng  dan mahasiswa berdomisili di luar tempat tinggalnya. Untuk itu perlu dilakukan riset agar dapat diketahui faktor-faktor penyebab lainnya yang mengakibatkan pemilih tidak hadir di TPS”, jelas Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo.

Pada kesempatan ini KPU Jateng mengundang partai politik, badan eksekutif mahasiswa perguruan tinggi yang ada di semarang, media cetak dan elektronik serta komunitas yang terbentuk pada kegiatan kursus kepemiluan yang lalu, diantaranya Payung Putih (Patih) Demokrasi, Komunitas Kajian Demokrasi Indonesia (KKDI), Komunitas Joglo Pemilu Pintar, dan Komunitas Peduli Pemilu Untuk Semua (KPPUS).

Riset berlangsung selama 2 bulan, terhitung sejak Mei sampai dengan Juni 2016 dengan menggunakan metode pengumpulan data kualitatif. Untuk mendapatkan data ketidakhadiran pemilih, KPU Jateng membuat formulir ketidakhadiran pemilih yang diisi oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) setelah berakhirnya proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

“KPU Jateng membuat formulir ketidakhadiran pemilih untuk mengetahui alasan ketidakhadiran sehingga dapat mengetahui rendahnya partisipasi masyarakat”, terang Wahyu Setiawan, Anggota KPU Jateng Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat.

Dengan hasil riset ini, harapannya dapat memberikan pandangan tentang variabel lain yang dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat dan munculnya rekomendasi terhadap strategi untuk mengejar target partispasi pemilih 77,5% pada pelaksanaan pemilu maupun pilkada yang akan datang. (nar/red)