Semarang,kpu-jatengprov.go.id- Setelah sebelumnya menyelenggarakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS  untuk Pilkada Serentak Tahun 2017 dengan satu pasangan calon di  Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung pada tanggal 16 Oktober 2016, giliran Kabupaten  Pati yang dipilih oleh KPU RI sebagai tempat penyelenggaraan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS pada Pilkada Serentak 2017 dengan satu pasangan calon yang bertempat  di TPS 01  , Lapangan Balai Desa Kutoharjo, secara resmi dibuka oleh Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro tepat pukul 08.00 WIB. 
Dalam simulasi tersebut  mempraktekan semua kegiatan yang sama persis akan dilakukan pada hari H nanti yaitu mulai dari persiapan,pelaksanaan,dan penghitungan suara di tingkat TPS lengkap dengan petugas KPPS berjumlah 7 orang, Linmas 2 orang serta pemilih.
Tujuan dari diselenggarakannya simulasi pemungutan dan penghitungan suara adalah untuk melakukan uji coba desain surat suara untuk pemilu dengan paslon tunggal dan melihat sejauh mana penerapan peraturan KPU di lapangan. “Bentuk dari desain surat suara yang diuji cobakan tidak berbeda dengan Pilkada sebelumnya yaitu pada sampul depan dan belakang, namun untuk bagian dalam dari surat  suara terdapat ada satu  kotak tanda gambar  dan satu kotak kosong, jika pemilih setuju dengan paslon maka mencoblos pada kotak tanda gambar, dan jika tidak setuju maka dapat mencoblos pada kotak kosong, sedangkan pada Pilkada 2015 ,tanda gambarnya di tengah, kemudian ada kotak bertuliskan setuju dan tidak setuju,jika pemilih setuju maka mencoblos tulisan setuju, jika tidak setuju maka mencoblos tulisan tidak setuju, demikian penjelasan Sigit Pamungkas saat mensosialisasikan tata cara pemungutan dan penghitungan suara kepada pemilih dan tamu undangan yang hadir.
Dengan desain surat suara seperti itu, nantinya akan dilakukan evaluasi apakah desain surat suara tersebut sudah tepat untuk digunakan atau belum, hasil lain dari simulasi tersebut adalah sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Pati yg akan digelar secara serentak bersama 101 daerah lainnya pada hari Rabu,15 Februari 2017.
“Pada Pemilu 2014, Indonesia sudah membuat satu terobosan yaitu dengan pemindaian form C1 langsung pada hari H sehingga hasilnya bisa langsung ditampilkan dan diketahui oleh masyarakat,  sesuai dengan komitmen Indonesia untuk dapat menyelenggarakan Pemilu secara terbuka, ke depan penyelenggaraannya akan dibuat  lebih maju, yaitu dengan memanfaatkan  teknologi informasi pada   proses rekap penghitungan secara elektronik pada Form C1, yang pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan ujicoba”, dijelaskan oleh Juri.
Ditegaskan kembali oleh Juri, “Ujung dari semua kegiatan ini adalah bagaimana  penyelenggara pemilu dari KPPS  sampai dengan KPU Kabupaten Pati dapat menyelenggarakan Pemilu dengan sebaik-baiknya sehingga tidak perlu ada cerita penyelenggaraan Pilkada 2017 yang harus diulang atau tertunda”
Meski cuaca  pada hari Minggu, 23 Oktober 2016 itu mendung dan turun hujan yang cukup lebat, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pemilih dan petugas KPPS ,dalam mengikuti simulasi tersebut dari awal sampai dengan akhir acara.