Semarang, 28 Juli 2026 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar forum NGOPI ASLI (Ngobrol Pinter Arsip dan Logistik) secara daring dengan mengangkat tema "Post-Match Review: Merawat Jejak Pemilu Lewat Cerita, Data, dan Arsip". Kegiatan ini menghadirkan Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Daryono, sebagai narasumber, dengan moderator Nursahid Agung Wijaya, Kepala Subbagian Umum dan Logistik KPU Kabupaten Wonogiri.
Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik mengenai pentingnya mendokumentasikan penyelenggaraan pemilu secara utuh, tidak hanya melalui data dan arsip, tetapi juga melalui narasi yang mampu memberikan makna atas setiap proses yang telah dilalui. Salah satu pembahasan utama adalah buku "45 Hari Menuju Pemilu 2024: Catatan dan Refleksi Penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kabupaten Karanganyar", yang disusun sebagai dokumentasi pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2024 berbasis arsip.
Dalam paparannya, Daryono menyampaikan bahwa arsip dan cerita merupakan dua elemen yang saling melengkapi dalam menjaga memori kelembagaan.
"Arsip merekam fakta, cerita memberi makna. Ketika keduanya dihimpun dalam sebuah buku, pengalaman penyelenggaraan pemilu berubah menjadi pengetahuan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, sebagai inspirasi, evaluasi, dan pembelajaran untuk penyelenggaraan demokrasi," ungkap Daryono.
Menurutnya, dokumentasi pengalaman penyelenggaraan pemilu tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran bagi penyelenggara pemilu di masa mendatang. Tantangan, inovasi, hingga solusi yang pernah dilakukan akan tetap dapat dipelajari apabila terdokumentasikan dengan baik.
Ketua Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Provinsi Jawa Tengah, Basmar Perianto Amron, turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif penyusunan buku tersebut. Ia menilai dokumentasi berbasis arsip menjadi salah satu bentuk pelestarian pengetahuan organisasi yang sangat bernilai.
"Perjuangan Mas Daryono dan rekan-rekan dalam menyukseskan Pemilu Tahun 2024 di Karanganyar kini terdokumentasi dalam sebuah buku berbasis arsip. Melalui arsip yang disusun secara sistematis, pembaca dapat menyelami kisah nyata, tantangan, dan dedikasi yang mereka lalui selama penyelenggaraan pemilu," ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dan diikuti oleh jajaran sekretariat KPU Provinsi Jawa Tengah serta KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Para peserta berdiskusi mengenai strategi membangun budaya dokumentasi, pengelolaan arsip yang sistematis, serta pentingnya mengubah pengalaman lapangan menjadi pengetahuan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui forum NGOPI ASLI, KPU Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan tata kelola arsip dan logistik sebagai bagian dari upaya membangun organisasi yang adaptif, akuntabel, dan mampu menjaga memori kelembagaan. Dokumentasi yang baik diharapkan tidak hanya menjadi bukti administrasi, tetapi juga menjadi warisan pengetahuan yang memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu pada masa yang akan datang.