Berita Terkini

UPACARA PERINGATAN HARI KORPRI KE 54 TAHUN

Semarang, 1 Desember 2025- KPU Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Upacara peringatan Hari Korpri ke 54 yang dilakukan di halaman kantor KPU Provinsi Jawa Tengah. Eko Supriono, Plh. Sekretaris KPU Provinsi Jawa Tengah yang didapuk menjadi pembina Upacara, kali ini membacakan pesan amanat Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional, Zudan Arif Fakrulloh yang intinya berpesan bahwa di era saat ini, ASN harus menjadi penggerak utama perubahan menuju Indonesia Maju. Hadir sebagai peserta Upacara, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta Staf Sekretariat KPU Provinsi Jawa Tengah yang mengikuti jalannya Upacara dengan khidmat.

KPU JATENG PAPARKAN PENGUATAN LAYANAN INFORMASI DALAM UJI PUBLIK MONEV KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK TAHUN 2025

Semarang— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah memaparkan komitmen dan capaian pengelolaan keterbukaan informasi publik dalam Uji Publik Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang digelar Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Selasa (25/11/2025), di BPSDMD Jawa Tengah. Dalam forum tersebut, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Handi Tri Ujiono mempresentasikan penguatan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang selama ini menjadi garda depan akses informasi kepemiluan di Jawa Tengah. Handi menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban regulatif, tetapi juga bagian dari upaya KPU membangun kepercayaan publik. KPU Jateng memperkenalkan inovasi layanan publik satu pintu yang mengintegrasikan PPID, JDIH, layanan konsultasi kepemiluan, hingga Bakohumas. Melalui model pelayanan ini, pemohon informasi dapat mengakses berbagai kebutuhan data secara terpusat, baik langsung di kantor, melalui E-PPID, maupun melalui kanal WhatsApp layanan PPID. Dalam Uji Publik tersebut, Handi turut memaparkan beberapa inovasi ruang layanan, antara lain: Media Center untuk memfasilitasi kebutuhan peliputan wartawan dengan ruang kerja yang lebih nyaman, Zona Informasi Terintegrasi sebagai pusat informasi bagi publik dan stakeholder dan Rumah Joglo, ruang ramah disabilitas yang disiapkan untuk pertemuan dan pelayanan publik inklusif. KPU Jateng juga mengoptimalkan media sosial — Instagram, TikTok, X, Facebook, dan YouTube — sebagai sarana diseminasi informasi. Per November 2025, kanal-kanal tersebut menunjukkan tren peningkatan interaksi dan jangkauan publik yang signifikan.

KPU JATENG SAMPAIKAN INOVASI PENDIDIKAN PEMILIH DAN PDPB DALAM MONEV RENCANA KERJA PEMERINTAH 2025 BAPPENAS

SEMARANG — KPU Jawa Tengah menerima kunjungan Kementerian PPN/Bappenas pada Selasa (25/11/2025) dalam rangka monitoring dan evaluasi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 terkait prioritas nasional Perbaikan Manajemen Penyelenggaraan Pemilu serta Penjaminan Hak Dipilih dan Memilih. Dalam forum tersebut, KPU Jawa Tengah bersama KPU Kota Magelang dan KPU Kabupaten Semarang memaparkan praktik baik, inovasi, serta tantangan pelaksanaan program prioritas nasional, khususnya di bidang pendidikan pemilih dan pendataan daftar pemilih berkelanjutan (PDPB). Presentasi disampaikan oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklihparmas) KPU Jateng. Kadiv. Sosdiklihparmas, Akmaliyah menjelaskan penerapan model sosialisasi hibrida yang memadukan pertemuan tatap muka dengan pendekatan digital. Sejumlah inovasi menjadi sorotan, seperti Kuliah Hukum Pemilu, Goes to Campus, Gethok Tular, Pagelaran Seni dan Budaya, serta program edukasi digital Votecast yang menjangkau pemilih muda di seluruh kabupaten/kota. KPU Jawa Tengah juga memaparkan rencana program Sosialisasi Pendidikan Pemilih Inklusif melalui MoDiS yang melibatkan berbagai organisasi penyandang disabilitas. Pada bidang PDPB, Akmaliyah memaparkan hasil pemutakhiran data per 21 November 2025, termasuk penyelesaian data ganda dan validasi identitas pemilih. Koordinasi dengan Disdukcapil, verifikasi melalui aplikasi DWH, serta coklit terbatas menjadi bagian dari langkah penyelesaian. KPU Jawa Tengah menyoroti sejumlah tantangan seperti ketidaksinkronan data kependudukan, tingginya mobilitas penduduk, rendahnya pembaruan data mandiri, serta keterbatasan jaringan dan SDM di beberapa wilayah. KPU Jawa Tengah menegaskan komitmen untuk melanjutkan penguatan pendidikan pemilih, layanan informasi publik, dan peningkatan kualitas PDPB pada 2026 dan menyampaikan apresiasi atas fasilitasi dan pendampingan Bappenas dalam memastikan implementasi prioritas nasional bidang kepemiluan berjalan optimal dan berkelanjutan.

KPU JATENG SAMPAIKAN INOVASI PENDIDIKAN PEMILIH DAN PDPB DALAM MONEV RENCANA KERJA PEMERINTAH 2025 BAPPENAS

SEMARANG — KPU Jawa Tengah menerima kunjungan Kementerian PPN/Bappenas pada Selasa (25/11/2025) dalam rangka monitoring dan evaluasi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 terkait prioritas nasional Perbaikan Manajemen Penyelenggaraan Pemilu serta Penjaminan Hak Dipilih dan Memilih. Dalam forum tersebut, KPU Jawa Tengah bersama KPU Kota Magelang dan KPU Kabupaten Semarang memaparkan praktik baik, inovasi, serta tantangan pelaksanaan program prioritas nasional, khususnya di bidang pendidikan pemilih dan pendataan daftar pemilih berkelanjutan (PDPB). Presentasi disampaikan oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (Sosdiklihparmas) KPU Jateng. Kadiv. Sosdiklihparmas, Akmaliyah menjelaskan penerapan model sosialisasi hibrida yang memadukan pertemuan tatap muka dengan pendekatan digital. Sejumlah inovasi menjadi sorotan, seperti Kuliah Hukum Pemilu, Goes to Campus, Gethok Tular, Pagelaran Seni dan Budaya, serta program edukasi digital Votecast yang menjangkau pemilih muda di seluruh kabupaten/kota. KPU Jawa Tengah juga memaparkan rencana program Sosialisasi Pendidikan Pemilih Inklusif melalui MoDiS yang melibatkan berbagai organisasi penyandang disabilitas. Pada bidang PDPB, Akmaliyah memaparkan hasil pemutakhiran data per 21 November 2025, termasuk penyelesaian data ganda dan validasi identitas pemilih. Koordinasi dengan Disdukcapil, verifikasi melalui aplikasi DWH, serta coklit terbatas menjadi bagian dari langkah penyelesaian. KPU Jawa Tengah menyoroti sejumlah tantangan seperti ketidaksinkronan data kependudukan, tingginya mobilitas penduduk, rendahnya pembaruan data mandiri, serta keterbatasan jaringan dan SDM di beberapa wilayah. KPU Jawa Tengah menegaskan komitmen untuk melanjutkan penguatan pendidikan pemilih, layanan informasi publik, dan peningkatan kualitas PDPB pada 2026 dan menyampaikan apresiasi atas fasilitasi dan pendampingan Bappenas dalam memastikan implementasi prioritas nasional bidang kepemiluan berjalan optimal dan berkelanjutan.

STRATEGI PENINGKATAN SDM PASCA PEMILU DAN PILKADA

KPU Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan kegiatan rutin Divisi SDM dan Litbang Talk to Me episode ke-4 dengan mengusung tema “Strategi Penguatan SDM Pasca Pemilu dan Pilkada”. yang digelar secara daring pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai pada KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Narasumber kali ini Anggota KPU Republik indonesia. Kepala Divisi SDM, Organisasi, dan PKSDM, Parsadaan Harahap, serta Tenaga Ahli Divisi SDM, Organisasi, dan PKSDM, Firnandes Maurisya. Kegiatan dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widyantoro, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pembaruan di bidang sumber daya manusia. SDM KPU menghadapi tantangan tersendiri, terutama ketika intensitas kerja menurun di luar masa tahapan pemilu. Oleh karena itu, pengetahuan yang disampaikan melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Parsadaan Harahap menjelaskan bahwa KPU Provinsi Jawa Tengah membawahi 35 kabupaten/kota dengan karakteristik dan kebutuhan SDM yang beragam. Talk to Me menjadi inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pegawai. Penguatan kapasitas SDM harus dilakukan secara berkelanjutan, dan masa pasca pemilu serta pilkada merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kembali kualitas kelembagaan. Sementara itu, Anggota KPU Divisi SDM dan Litbang KPU Provinsi Jawa Tengah, Mey Nurlela, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkaya wawasan, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa komunikasi dan pembelajaran berkelanjutan melalui Talk to Me menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Narasumber kedua, Firnandes Maurisya, memaparkan materi mengenai cakupan SDM di KPU yang tidak hanya meliputi individu, tetapi juga struktur organisasi serta citra kelembagaan. Ia turut menjelaskan faktor-faktor kualitas SDM, inventarisasi permasalahan, hubungan tata kerja, peningkatan profesionalisme, penguatan sinergi kelembagaan, peningkatan integritas, efektivitas, hingga optimalisasi pengelolaan SDM.

FGD Bahas Politik di Media Sosial, KPU Jateng Tekankan Etika Digital Generasi Muda

Semarang, 18 November 2025 — Kadiv. Sosdiklihparmas KPU Jawa Tengah, Akmaliyah, menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Generasi Muda dalam Menyikapi Dinamika Politik yang Berkembang di Media Sosial” yang diselenggarakan oleh Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Jawa Tengah, Selasa (18/11). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa Instansi serta siswa-siswi SMA di Semarang. FGD digelar untuk menjawab tantangan baru dalam ekosistem informasi politik yang kini bergerak sangat cepat, terutama di ruang digital. Dalam paparannya, Akmaliyah menegaskan bahwa generasi muda—khususnya kelompok milenial dan Gen Z—memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan opini publik pada setiap momentum politik serta menyoroti cepatnya persebaran arus informasi politik di media sosial. Menurutnya, dinamika tersebut harus diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Dalam kesempatan tersebut, Akmaliyah mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam ruang politik secara bijak dan konstruktif.